Kerajinan tekstil adalah salah satu hasil dari budaya manusia yang mempunyai sejarah panjang melewati berbagai proses evolusi  dari masa ke masa. Tekstil sendiri diambil dari bahasa latin yaitu “textilis”, namun ada juga yang menyebutkan bahwa tekstil berasal dari bahas Prancis “texere” yang berarti menenun. Seperti arti katanya, tekstil merupakan gabungan berbagai macam serat yang digabung menjadi satu dengan cara penenunan.

Macam Serat Kerajinan Tekstil

Dalam dunia kerajianan, tekstil serat adalah hal yang penting karena serat ini dapat menentukan kualitas dan harga tekstil. Serat dibagi menjadi dua yaitu serat alami dan serat buatan. Berikut penjabaran tentang keduanya:

  • Serat alami

Hasil gambar untuk serat alami

Serat ini berasal dari alam, dapat berupa tanaman, hewani  maupun mineral. Tanaman menyediakan banyak sekali serat daripada hewan maupun mineral, namun serat dari hewan maupun mineral memiliki nilai ekonomis yang tidak kalah tinggi.

Contoh: serat wol, serat nanas, serat sutra, dll.

  • Serat buatan

Gambar terkait

Serat ini dibuat berdasarkan pencampuran dari berbagai macam zat sehingga didapat serat yang diinginkan.

Contoh: serat acrylic, polister, nilo, dan sutra buatan.

Bagaimana proses masa lalu bagaimana proses serat ini bisa berubah menjadi tenunan? Saya membagi sejarah kerajinan tekstil menjadi dua masa yaitu pra revolusi industri dan pasca revolusi industri. Berikut penjelasan dari kedua masa tersebut.

Pra Revolusi Industri

Sampai saat ini tidak ada kejelasan kapan pertama kali ditemukan kerajinan tekstil, namun menurut dugaan para ahli, tekstil ada sejak jaman batu baru (neolitikum) sekitar 8000-2000 sebelum Masehi. Menurut catatan yang lain, masyarakat mesir kuno sudah ahli dalam menenun pada abad 5000 sebelum Masehi.  Hal ini dikuatkan dengan adanya tenunan halus sebagai temuan oleh arkeolog. Bukti ini semakin menguat dengan ditemukannya mummi yang bebalut perban yang diperkirakan berasal dari tahun 2500 SM.

Awalnya masyarakat timurlah yang terlebih dahulu mengenal kerajinan tekstil, hingga pada masa Alexander Agung membawa pulang kain-kain katun hasil kerajinan tekstil dari wilayah Pakistan saat ini. Dari sanalah terjadi perkembangan yang masif tenunan dan masyarakat Eropa berhasil memproduksi berbagai macam kain seperti wol dari Inggris, gaul dari Perancis dan Spanyol. Serta tak lupa melakukan impor dari luar Eropa seperti kain katun dari India dan Pakistan, serta kain sutra dari Cina. Tetapi sayangnya peninggalan tersebut jarang yang bertahan.

Pasca Revolusi Industri

Pasca revolusi industri di Eropa, industri tekstil juga ikut menggeliat terlebih setelah ditemukannya alat pembuka kokon sutra dan juga roda pemintal pada tahun 1200-an. Seseorang dari Inggris pada tahun 1764 bernama James Hargreaves berhasil menemukan sebuah alat yang bernama spinning jenny. Alat ini bisa dikatan sangat luar biasa pada jamannya karena dengan hanya menggunakan satu alat kita bisa memintal beberapa benang sekaligus.

Serat alam selalu menjadi primadona hingga ahli kimia dari Perancis pada tahun 1884 bernama Hilaire Chadinnet mengembakan cara praktis yang menghasil kain serat buatan. Amerika Serikat mempelopori munculnya serat rayon pertama pada tahun 1910 dan disebut sutra buatan. Amerika juga menyumbangkan ahlinya untuk penciptaan nilon pada pertengahan tahun 1930-an, disusul dengan munculnya acrylic dan polister pada tahun 1940-1950an. Itulah perkembangan kerajinan tekstil dari masa ke masa. Semoga membuat pengetahuan kita semakin luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *